GENERASI STRAWBERRY!! aktif tapi rapuh?
Ketika berbicara tentang generasi, tentu para pembaca sering mendengar beberapa istilah generasi, seperti generasi X, generasi Y, generasi Z, Alpha, dan sebagainya. Generasi tersebut dibedakan dari segi tahun kelahiran, generasi sekarang lebih sering disebut sebagai generasi milenial, generasi ini tumbuh di saat teknologi dan komunikasi sudah memiliki kemajuan.
Salah satu kunci penentu keberhasilan sebuah bangsa dapat dilihat dari karakteristik sumber daya manusia yang dimilikinya. Berdasarkan riset demografi Indonesia, komposisi penduduk Indonesia kini mayoritas berasal dari generasi Z yaitu generasi yang terlahir pada tahun 1997 sampai 2012. Dan lebih menariknya, generasi ini yang akan menjadi pilar dalam perubahan Indonesia di masa depan.
Jika membayangkan tentang buah strawberry barangkali para pembaca sudah pernah mencoba buah berwarna merah mengkilap cantik dengan rasa yang enak dan manis ini. Kenapa strawberry dijadikan nama generasi? Istilah generasi strawberry (strawberry generation) awalnya muncul dari negara Taiwan, pemilihan buah strawberry untuk penyebutan generasi baru ini karena strawberry tampak indah tapi begitu dipijak ia akan mudah hancur. Generasi strawberry merupakan sebutan lain yang disematkan kepada generasi Z yang lebih dikenal juga dengan istilah Gen Z.
Menurut Prof. Rhenald Kasali dalam bukunya dan dalam salah satu kesempatan kuliah online melalui streaming youtube beliau, strawberry generation adalah generasi yang penuh dengan gagasan kreatif tetapi mudah menyerah dan gampang sakit hati. Definisi ini dapat kita lihat melalui laman-laman sosial media. Begitu banyak gagasan- gagasan kreatif yang dilahirkan oleh anak-anak muda, sekaligus pula juga tidak kalah banyak cuitan resah penggambaran suasana hati yang dirasakan oleh mereka. Terdapat fakta menarik yang bisa dipelajari dari generasi strawberry.
1. Self diagnosis tanpa melibatkan pihak ahli.
2. Lahir dari keluarga yang sejahtera dibanding generasi sebelumnya.
3. Narasi orangtua yang kurang berpengetahuan.
4. Lari dari masa kesulitan .
Prof. Renald Kasali memberikan beberapa alternatif solusi atas fenomena tersebut yaitu
1. Anak muda sekarang perlu selalu memperbaharui literasinya.
2. Hati-hati dalam melakukan self diagnosis, hadapilah sebuah situasi dengan sekuat tenaga.
3. orangtua harus berperan agar anaknya menjadi generasi yang lebih baik dari dirinya.
4. pendidik harus dapat mengembangkan situasi yang menyenangkan dalam pelajaran.
Kita paham bahwa tantangan selanjutnya akan makin kompleks dan juga berat, namun rasa optimisme akan mampu membawa kita untuk terus berjalan melihat masa depan. Semua ini tidak hanya tercapai secara instan namun perlu dipahami melalui penghargaan terhadap proses yang memang harus dilalui dengan baik.
Semoga generasi strawberry saat ini dapat menjadi agen perubahan kepada semua generasi yang akan datang sambil memperbaiki setiap kekurangan dan meningkatkan potensi kelebihan yang dimiliki.
Informasi baru dan bermanfaat, semoga harapan penulis yang juga harapan kita semua dapat direalisasikan👍👍
BalasHapus